Bagi setiap muslim, Ka’bah bukan sekadar bangunan suci di tengah Masjidil Haram. Ia adalah kiblat hati, tempat jutaan doa dipanjatkan setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu bagian di Ka’bah yang dikenal sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa? Bagian itu bernama Multazam.
Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Banyak jamaah haji dan umroh yang berusaha menyentuh dinding Ka’bah di area ini untuk memanjatkan doa dengan penuh harap. Dalam artikel ini, kita akan mengulas sejarah, keutamaan, serta adab berdoa di Multazam agar ibadah Anda semakin bermakna.
Apa Itu Multazam dan Di Mana Letaknya?
Secara bahasa, Multazam berasal dari kata iltazama yang berarti “berpegangan” atau “menempelkan diri”. Istilah ini merujuk pada kebiasaan jamaah yang menempelkan dada, wajah, dan tangan ke dinding Ka’bah sambil berdoa.
Letak Multazam sangat spesifik, yaitu di antara Hajar Aswad (sudut tenggara Ka’bah) dan pintu Ka’bah. Jaraknya sekitar dua hasta atau kurang lebih 1,5 hingga 2 meter. Area ini memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bagian dari dinding Ka’bah yang menghadap langsung ke arah datangnya jamaah saat melakukan tawaf.
Menariknya, Multazam tidak hanya dikenal di kalangan umat Islam saat ini. Sejak masa Nabi Ibrahim AS membangun Ka’bah bersama putranya Nabi Ismail AS, area ini telah dianggap sebagai tempat yang penuh berkah. Dinding Ka’bah di bagian ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah umat manusia dalam beribadah kepada Allah SWT.
Sejarah Multazam dalam Lintasan Waktu
Sejarah Multazam erat kaitannya dengan sejarah Ka’bah itu sendiri. Sejak Ka’bah dibangun ulang oleh Nabi Ibrahim AS, area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah telah menjadi tempat yang sering digunakan untuk berdoa. Namun, penyebutan Multazam secara lebih jelas muncul dalam berbagai riwayat hadis dan catatan para ulama.
1. Masa Nabi Muhammad SAW
Pada masa Nabi Muhammad SAW, Multazam sudah dikenal sebagai tempat berdoa yang mustajab. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi SAW pernah menempelkan dadanya ke Multazam dan berdoa dengan khusyuk. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi berdoa di Multazam telah ada sejak zaman Rasulullah.
Para sahabat juga mencontohkan hal serupa. Mereka datang ke Multazam, menempelkan tubuh mereka ke dinding Ka’bah, dan memanjatkan doa-doa terbaik. Kebiasaan ini kemudian diwarisi oleh generasi setelahnya hingga sampai kepada kita saat ini.
2. Masa Tabi’in dan Para Ulama Salaf
Para ulama salaf seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal juga menganjurkan berdoa di Multazam. Dalam kitab-kitab fikih klasik, disebutkan bahwa Multazam termasuk tempat yang dianjurkan untuk berdoa, terutama setelah selesai tawaf dan sebelum meninggalkan Masjidil Haram.
Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa Multazam adalah salah satu tempat di mana doa tidak akan ditolak. Hal ini didasarkan pada riwayat-riwayat yang menyebutkan keutamaan area tersebut.
3. Multazam di Era Modern
Kini, Multazam tetap menjadi salah satu spot yang paling dicari jamaah haji dan umroh. Meski akses ke area ini sering kali padat, terutama saat musim haji, jamaah tetap berusaha mendekat untuk berdoa. Pemerintah Arab Saudi melalui pengelola Masjidil Haram mengatur alur jamaah agar tetap tertib dan aman saat berada di Multazam.
Keutamaan Multazam: Tempat Mustajab untuk Berdoa
Mengapa Multazam begitu istimewa? Ada beberapa keutamaan yang membuat area ini sangat dianjurkan untuk berdoa. Berikut penjelasannya:
1. Termasuk Tempat yang Dianjurkan untuk Berdoa
Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa berdoa di Multazam memiliki keutamaan tersendiri. Salah satu riwayat dari Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Multazam adalah tempat di mana doa dikabulkan.” Meskipun derajat hadis ini diperdebatkan, para ulama tetap menganjurkan berdoa di area ini sebagai bentuk ijtihad dan kecintaan kepada Ka’bah.
Yang pasti, Multazam adalah bagian dari Ka’bah yang mulia. Berdoa di dekat Ka’bah, apalagi menempelkan diri ke dindingnya, adalah bentuk tawasul dan penghambaan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
2. Waktu dan Tempat yang Penuh Berkah
Multazam berada di area yang sangat dekat dengan Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Kedua elemen ini memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Hajar Aswad adalah batu dari surga yang menjadi titik awal tawaf, sedangkan pintu Ka’bah adalah bagian yang hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu.
Berdoa di antara dua elemen suci ini dipercaya memiliki keberkahan tersendiri. Apalagi jika dilakukan setelah tawaf, saat hati masih dalam keadaan khusyuk dan dekat dengan Allah SWT.
3. Momen untuk Merenung dan Memohon Ampunan
Multazam juga menjadi tempat yang tepat untuk merenung dan memohon ampunan. Banyak jamaah yang menangis tersedu-sedu saat berdoa di area ini. Mereka merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan menyadari betapa kecilnya diri di hadapan-Nya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa saat berdoa di Multazam, sebaiknya memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas segala dosa. Ini adalah momen yang tepat untuk bertaubat dan berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama.
4. Kesempatan untuk Memperbanyak Doa
Karena Multazam adalah tempat mustajab, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa di sini. Mulai dari doa untuk diri sendiri, keluarga, hingga doa untuk umat Islam secara keseluruhan. Jangan sia-siakan kesempatan ini karena belum tentu Anda bisa kembali ke tanah suci.
Adab dan Tata Cara Berdoa di Multazam
Meskipun Multazam adalah tempat yang istimewa, ada adab dan tata cara yang perlu diperhatikan saat berdoa di sana. Berikut panduannya:
- Pastikan dalam keadaan suci. Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum mendekati Multazam. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tempat suci.
- Datang dengan tenang dan tidak berebut. Hindari mendorong atau menyerobot jamaah lain. Kesabaran adalah bagian dari ibadah.
- Tempelkan dada dan tangan ke dinding Ka’bah. Jika memungkinkan, tempelkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Multazam sambil menghadap Ka’bah.
- Mulai dengan memuji Allah dan bershalawat. Awali doa dengan membaca hamdalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Berdoa dengan khusyuk dan penuh harap. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, boleh dalam bahasa Indonesia atau Arab. Yang penting, hati benar-benar terhubung dengan Allah SWT.
- Perbanyak istighfar dan doa-doa penting. Prioritaskan doa untuk keselamatan dunia dan akhirat, serta doa untuk keluarga dan kaum muslimin.
- Jangan berlama-lama jika kondisi padat. Jika suasana sedang ramai, cukup berdoa singkat lalu beri kesempatan jamaah lain. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa tidak ada doa khusus atau bacaan wajib di Multazam. Doa yang dipanjatkan bersifat bebas, sesuai kebutuhan dan harapan masing-masing jamaah. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan hati yang khusyuk.
Multazam dalam Pandangan Ulama Mazhab
Para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan yang beragam tentang Multazam. Namun, secara umum mereka sepakat bahwa berdoa di area ini adalah sunnah dan dianjurkan.
Mazhab Syafi’i menganjurkan untuk berdoa di Multazam setelah selesai tawaf dan sebelum menuju Maqam Ibrahim. Imam Syafi’i sendiri disebutkan pernah berdoa di Multazam saat menunaikan ibadah haji.
Mazhab Hanafi juga menganjurkan berdoa di Multazam, terutama bagi jamaah yang mampu mendekat tanpa mengganggu jamaah lain. Mereka menekankan pentingnya adab dan tidak berdesakan.
Mazhab Maliki dan Hanbali memiliki pandangan serupa. Mereka menganjurkan berdoa di Multazam sebagai bagian dari rangkaian ibadah tawaf, meskipun tidak mewajibkannya.
Dari sini bisa disimpulkan bahwa Multazam adalah tempat yang dihormati oleh seluruh mazhab. Perbedaan pendapat hanya terletak pada teknis pelaksanaannya, bukan pada keutamaannya.
Tips Mendekati Multazam Saat Ramai
Mendekati Multazam saat musim haji atau umroh bisa menjadi tantangan tersendiri. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:
- Pilih waktu yang tepat. Hindari waktu-waktu sibuk seperti setelah shalat wajib atau saat tengah malam. Coba mendekat di waktu dhuha atau setelah subuh ketika jamaah masih sedikit.
- Gunakan jalur tawaf yang tepat. Dekatilah Multazam dari arah yang tidak terlalu padat, misalnya dari sisi Hajar Aswad.
- Jangan memaksakan diri. Jika kondisi terlalu padat, cukup berdoa dari jarak yang memungkinkan. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan.
- Bersabar dan berdoa dengan singkat. Jika sudah berada di Multazam, jangan berlama-lama. Berdoalah dengan singkat namun penuh makna, lalu beri kesempatan jamaah lain.
- Jaga kesehatan fisik. Mendekati Multazam membutuhkan tenaga ekstra. Pastikan Anda dalam kondisi sehat dan tidak memaksakan diri.
Multazam dan Makna Spiritual bagi Jamaah
Bagi banyak jamaah, Multazam bukan sekadar tempat berdoa. Ia adalah simbol kedekatan hamba dengan Tuhannya. Saat menempelkan dada ke dinding Ka’bah, banyak yang merasakan getaran spiritual yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Air mata sering kali menetes tanpa diminta. Hati terasa lapang, dan beban hidup seakan hilang sejenak. Inilah momen di mana seorang hamba benar-benar merasakan kehadiran Allah SWT dalam hidupnya.
Multazam juga mengajarkan tentang kerendahan hati. Di depan Ka’bah, semua manusia sama. Tidak ada yang lebih mulia kecuali ketakwaannya. Jabatan, harta, dan status sosial menjadi tidak berarti saat berhadapan dengan Sang Pencipta.
Kesimpulan
Multazam adalah bagian istimewa dari Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Sejarahnya panjang, sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga saat ini. Keutamaannya sebagai tempat mustajab untuk berdoa membuatnya selalu ramai dikunjungi jamaah haji dan umroh.
Berdoa di Multazam bukan sekadar rutinitas, tetapi momen spiritual yang mendalam. Ada adab yang perlu diperhatikan, mulai dari menjaga kesucian diri hingga tidak berebut dengan jamaah lain. Yang terpenting, doa yang dipanjatkan haruslah ikhlas dan penuh harap kepada Allah SWT.
Bagi Anda yang sedang merencanakan ibadah umroh atau haji, jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa di Multazam. Persiapkan diri Anda dengan baik, baik secara fisik maupun spiritual. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk menyentuh dinding Ka’bah dan memanjatkan doa terbaik di Multazam.
Ingin mewujudkan impian beribadah ke tanah suci dengan nyaman dan aman? Percayakan perjalanan ibadah Anda kepada PT Rindu Makkah Madinah. Kami menyediakan paket umroh dan haji dengan pelayanan profesional, bimbingan ibadah yang lengkap, serta fasilitas terbaik agar Anda bisa fokus beribadah dengan khusyuk. Hubungi kami sekarang dan wujudkan rindu Anda ke Baitullah bersama Rindunya membawa berkah.