Langsung ke konten
Artikel

Kisah di Balik Nama Bukit Shafa dan Marwah: Sejarah yang Perlu Diketahui Sebelum Sa’i

A large crowd of pilgrims at the Kaaba in Mecca during a religious gathering at night.

Foto: Fahad Puthawala / Pexels

Setiap jamaah haji dan umroh pasti mengenal ritual sa’i, yaitu berjalan tujuh kali bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Namun, tahukah Anda bahwa di balik dua bukit kecil di Masjidil Haram ini tersimpan kisah yang sangat mendalam dan penuh makna?

Memahami sejarah Bukit Shafa dan Marwah bukan sekadar menambah wawasan. Lebih dari itu, pengetahuan ini membuat ibadah sa’i terasa lebih khusyuk, karena kita tahu apa yang sedang kita kenang dan teladani. Yuk, simak kisah lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Bukit Shafa dan Marwah?

Shafa dan Marwah adalah dua bukit kecil yang terletak di sisi timur Masjidil Haram, Mekkah. Keduanya kini berada di dalam kompleks masjid dan terhubung oleh lorong tertutup yang menjadi jalur sa’i bagi para jamaah.

Jarak antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah kurang lebih 450 meter. Jika dihitung pulang-pergi selama tujuh kali perjalanan, total jarak yang ditempuh jamaah sekitar 3,15 kilometer. Tidak heran jika sa’i menjadi salah satu rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.

Menariknya, nama “Shafa” dalam bahasa Arab berarti kesucian atau batu yang halus, sementara “Marwah” merujuk pada batu putih yang keras. Namun makna sebenarnya dari kedua bukit ini jauh lebih dalam dari sekadar arti katanya.

Sejarah di Balik Nama Shafa dan Marwah

Kisah Shafa dan Marwah tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Nabi Ibrahim AS, istrinya Siti Hajar, dan putra mereka, Nabi Ismail AS. Peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya ibadah sa’i dalam haji dan umroh.

1. Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah untuk membawa Siti Hajar dan bayi Ismail ke sebuah lembah tandus yang saat itu belum berpenghuni. Lembah itu adalah Mekkah, tempat yang kering, panas, dan jauh dari sumber air.

Meski berat, Siti Hajar menerima keputusan suaminya dengan penuh keimanan. Ia tidak membantah, tidak mengeluh, dan tidak mempertanyakan. Ketika Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka, Siti Hajar hanya bertanya satu hal:

  • “Apakah ini perintah Allah?”
  • Ketika dijawab “Ya”, ia pun berkata, “Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Kalimat singkat ini menjadi bukti betapa besar tawakal seorang ibu kepada Allah SWT. Dari sinilah awal mula kisah yang melahirkan ritual sa’i.

2. Perjuangan Siti Hajar Mencari Air

Beberapa waktu setelah ditinggal, persediaan air habis. Bayi Ismail mulai menangis kehausan. Siti Hajar pun berlari mencari bantuan dan sumber air.

Ia berlari ke arah Bukit Shafa, berdiri di puncaknya, dan menatap ke seluruh penjuru lembah. Tidak ada siapa pun. Ia kemudian berlari menuju Bukit Marwah dan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya, hingga tujuh kali ia bolak-balik antara kedua bukit tersebut.

Perjalanan itu dilakukan dengan penuh harap, cemas, dan cinta kepada anaknya. Tidak ada yang menyaksikan, tidak ada yang membantu, hanya ada Allah yang Maha Melihat.

3. Munculnya Air Zamzam

Setelah tujuh kali perjalanan, Siti Hajar kembali ke tempat Ismail. Di dekat kaki bayinya, ia melihat air memancar dari tanah. Air itulah yang kini kita kenal sebagai air zamzam.

Siti Hajar segera menampung air tersebut dan berkata, “Zam, zam” yang berarti “berkumpullah, berkumpullah”. Sejak saat itu, lembah Mekkah mulai didatangi orang, dan perlahan tumbuh menjadi kota yang ramai.

Peristiwa inilah yang kemudian diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 158 yang artinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”

Mengapa Sa’i Menjadi Bagian dari Ibadah Haji dan Umroh?

Ketika Nabi Ibrahim AS kembali ke Mekkah dan melihat perjuangan Siti Hajar, ia kemudian diperintahkan Allah untuk menetapkan sa’i sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. Sejak itu, sa’i menjadi salah satu rukun yang wajib dilaksanakan.

Ada beberapa hikmah penting yang bisa kita ambil dari penetapan sa’i:

  • Meneladani perjuangan Siti Hajar sebagai simbol ketangguhan seorang ibu dan istri.
  • Mengajarkan tawakal dan ikhtiar — berusaha semaksimal mungkin, lalu berserah diri kepada Allah.
  • Mengingatkan bahwa pertolongan Allah datang setelah usaha yang sungguh-sungguh.
  • Melatih kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan.

Dengan memahami hikmah ini, sa’i bukan lagi sekadar ritual berjalan tujuh kali. Ia menjadi momen refleksi diri, mengenang perjuangan, dan memperbarui niat untuk lebih berserah kepada Allah.

Makna Spiritual Bukit Shafa dan Marwah

Banyak jamaah yang baru menyadari makna mendalam sa’i setelah benar-benar melaksanakannya. Di tengah keramaian, dengan tubuh yang lelah, kita diajak untuk merenung tentang perjalanan hidup.

Bukit Shafa mengingatkan kita pada kesucian niat. Dari titik ini, kita memulai perjalanan sa’i dengan hati yang bersih. Sedangkan Bukit Marwah mengingatkan kita pada kekuatan dan keteguhan — bahwa setiap perjuangan membutuhkan ketahanan.

Antara keduanya, ada tujuh kali perjalanan yang menggambarkan siklus hidup manusia: berusaha, berdoa, dan terus melangkah meski lelah. Tidak ada yang tahu kapan pertolongan datang, tetapi yang penting adalah terus berjalan.

Doa yang Dianjurkan Saat Sa’i

Saat berada di Bukit Shafa, disunnahkan menghadap kiblat dan membaca takbir serta doa. Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:

  1. Membaca takbir tiga kali dan tahlil.
  2. Membaca doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW.
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar sepanjang perjalanan.
  4. Mendoakan keluarga, sahabat, dan diri sendiri.

Tidak ada doa khusus yang wajib dilafalkan di setiap langkah. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan niat ibadah kepada Allah SWT.

Tips Menjalani Sa’i dengan Nyaman

Karena sa’i cukup menguras tenaga, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar ibadah berjalan lancar:

  • Jaga kondisi fisik sebelum berangkat, terutama stamina dan kesehatan kaki.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
  • Bawa air minum secukupnya untuk menghindari dehidrasi.
  • Atur napas dan langkah agar tidak terlalu cepat lelah.
  • Manfaatkan waktu sepi seperti dini hari untuk menghindari kepadatan.
  • Perbanyak doa agar hati tetap tenang meski tubuh lelah.

Bagi jamaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak perlu ragu menggunakan kursi roda yang tersedia di area sa’i. Ibadah tetap sah dan yang terpenting adalah niat serta kesungguhan.

Persiapan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Memahami sejarah Bukit Shafa dan Marwah adalah salah satu bekal penting sebelum berangkat umroh atau haji. Dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa menjalani setiap rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk dan tidak sekadar mengikuti arus.

Selain itu, pastikan Anda memilih travel umroh yang amanah dan berpengalaman. Pembimbing yang baik akan membantu Anda memahami setiap makna ibadah, termasuk sa’i, sehingga perjalanan spiritual Anda menjadi lebih bermakna.

Beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat:

  1. Niat yang ikhlas hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
  2. Ilmu yang cukup tentang tata cara haji dan umroh.
  3. Kesehatan fisik dan mental yang prima.
  4. Bekal doa dan kesabaran menghadapi segala situasi.
  5. Pendampingan pembimbing yang berpengalaman.

Kesimpulan

Kisah di balik nama Bukit Shafa dan Marwah adalah kisah tentang keteguhan iman, perjuangan seorang ibu, dan pertolongan Allah yang datang di waktu yang tepat. Sa’i yang kita lakukan hari ini adalah penghormatan atas perjuangan Siti Hajar, sekaligus pengingat bahwa setiap usaha yang disertai tawakal tidak akan pernah sia-sia.

Dengan memahami sejarahnya, ibadah sa’i bukan lagi sekadar ritual fisik, melainkan perjalanan hati yang mengajak kita untuk lebih bersabar, bersyukur, dan berserah kepada Allah SWT.

Rindunya membawa berkah. Jika Anda ingin menjalani ibadah umroh dengan bimbingan yang amanah dan pemahaman yang mendalam, PT Rindu Makkah Madinah siap menjadi partner perjalanan spiritual Anda. Hubungi kami sekarang untuk informasi paket umroh dan haji terpercaya, dan wujudkan kerinduan Anda ke tanah suci bersama kami.